Anak Pelit Tiru Karakter Orangtua

PADA usia-usia tertentu, wajar jika anak tidak mau berbagi dengan orang lain alias pelit. Penelitian membuktikan adanya karakter-karakter yang diturunkan dari orangtua kepada anak, walaupun prosesnya tidak sekadar berupa proses penurunan faktor tertentu.
Dengan demikian, karakter pelit tidak serta merta diturunkan melalui gen dari orangtua kepada anak. Atau penjelasan yang lebih ilmiah, misalnya dalam bentuk ukuran dan cara kerja organ tubuh yang berpengaruh terhadap kualitas karakter.

Pada usia-usia tertentu, wajar jika anak tidak mau berbagi dengan orang lain alias pelit. (Foto: Google)
Selain itu, menurut A Kasandra Putranto, psikolog dari PT Kasandra Persona Prawacana dan Rosdiana Tarigan MPsi MHPEd, psikolog dari Rumah Sakit Pluit Jakarta-Utara, karakter-karakter tertentu dipelajari anak dari orangtua melalui pola asuh, dengan cara bagaimana anak dibesarkan atau diperlakukan, meniru, atau diajarkan melalui nilai-nilai keluarga dan budaya. Oleh karena itu anak yang pelit bisa jadi disebabkan karena:

Belum diperkenalkan dengan nilai-nilai berbagi

Sudah seharusnya orangtua, untuk memberi contoh atau mengenalkan anaknya dengan cara berbagi dengan anak satu dan yang lainnya. Karena dengan cara seperti ini anak akan mencontohnya. Anak juga perlu dibimbing agar selalu mau berbagi.

Anak tunggal dan anak bungsu

Terbiasa memiliki segala sesuatu untuk dirinya sendiri karena posisi sebagai anak tunggal atau anak bungsu. Pada dasarnya semua itu sama, tidak ada yang membandingkan, mau anak itu tunggal ataupun bungsu. Karena dalam mendidik anak, tidak ada kata memilih.

Meniru perilaku orangtua

Jika orangtua terbiasa memberi sesuatu kepada orang lain, usahakan anak mengetahuinya atau dilakuakan di depan anak. Dengan demikian anak akan berpikir kalau orangtuanya peduli dengan sesama, apalagi kalau orangtua selalu memberikan contoh yang baik.

Orangtua terbiasa tidak berbagi dengan anaknya

Jangan sesekali mengajari anak dengan sifat tidak berbagi, karena anak akan merekam dalam otaknya. Prinsipnya, anak akan mencontoh hingga nanti tumbuh besar. Apalagi kalau sampai orangtua tidak mau berbagi dengan anak sendiri.

Menjauhkan khas ego

Pola perkembangan usia tertentu yang menandai perkembangan ego yang khas, sehingga ia cenderung memuaskan kebutuhan diri sendiri daripada memahami kebutuhan orang lain. Tidak mau berbagi karena ingin memiliki semua untuk diri sendiri atau tidak malu meminta padahal diri sendiri tidak mau berbagi karena ingin memiliki milik orang lain.

Tip Mengubah Sifat Pelit si Kecil

1. Orangtua dan guru di sekolah harus bekerja sama dan mampu memperkenalkan berbagi bersama dengan cara yang menyenangkan, melalui lagu, film atau panggung boneka yang menarik. Menghardik atau mengucilkan anak yang pelit justru akan mengakibatkan anak sakit hati dan semakin memperkuat karakter pelitnya.

2. Menggunakan materi nilai-nilai agamis dan budaya, seperti cerita spiritual atau cerita rakyat.

3. Menggunakan mekanisme perubahan perilaku yang efektif (shaping), dengan memanfaatkan konsekuensi positif dan negatif secara wajar dan rasional. Misalnya memberikan pujian dan pengertian tentang keuntungan berbagi, dan menunjukkan kerugian yang diperoleh bila tidak mau berbagi.

4. Mendampingi proses pembentukan kepribadian agar kualitas berbagi ini menjadi bagian dari kepribadian, dengan keterampilan mengendalikan dorongan-dorongan dari dalam diri
sumber : di sini

0 Response to "Anak Pelit Tiru Karakter Orangtua"

Posting Komentar